Mengkritik Atasan ? siapa takut !

Tidak semua orang mau dikritik, apalagi jika yang melontarkan kritik itu secara struktur organisasi berada di level yang lebih bawah. Biasanya, orang akan segera bersikaf defensif dalam menerima kritik, dan beranggapan bahwa si pemberi kritik mengada-ada dan tidak menyukainya.

Tetapi idealnya, demi kemajuan, seseorang harus lapang dada sehingga mampu menerima kritik, demi memperbaiki diri dan kinerjanya. Karena menurut Hendrie Weisinger dan Norman M Lobsenz dalam buku Nobody’s Perfect: How to Give Criticism and Get Results, kritik sangat diperlukan bagi pertumbuhan individu maupun kemajuan perusahaan.

Dalam buku itu diberi beberapa contoh, perusahaan sukses yang sejak awal menumbuhkan budaya kritik, termasuk dari bawahan kepada atasan, misalnya perusahaan besar dari Jepang, Matsushita. Pendiri dan pemilik perusahaan, Konosuke Matsushita, sejak awal menggariskan kebijakan yang menekankan pentingnya kritik sebagai suatu bentuk disiplin diri, yang diperlukan bagi pertumbuhan setiap individu maupun pertumbuhan perusahaan. Konosuke tidak membatasi kepada siapa kritik diberikan. Bawahan pun bebas mengeluarkan kritik kepada atasannya. Hasilnya, Matsushita tumbuh menjadi perusahaan elektronik dan alat berat papan atas. Produknya tidak hanya beredar di negaranya, tetapi ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Berikut beberapa pedoman cara mengkritik atasan.

1. Ketahui dan pertimbangkan dengan baik, bahwa memang tepat dan beralasan, Anda mengkritik atasan. Atasan yang Anda kritik itu haruslah yang mempunyai pekerjaan yang memengaruhi pekerjaan Anda atau anak buah Anda.

2. Jangan melontarkan kritik dengan kasar dan keras.

3. Lontarkan kritik seringkas mungkin, disertai dengan beberapa usul pemecahan.

4. Bangunlah keabsahan dari kritik Anda. Siapkan argumen-argumen yang memperkuat kritik Anda. Sajikanlah keterangan dari sumber yang objektif dan bisa dipercaya.

5. Minta bantuan atasan untuk memecahkan persoalan yang Anda hadapkan kepadanya. Ini taktik supaya terkesan Anda sedang tidak mengkritik dia (atasan).

sumber: http://cdc.eng.ui.ac.id

3 Responses to “Mengkritik Atasan ? siapa takut !”

  1. bayu Says:

    atasan dikritik ? … perasaan jarang ada yang mau deh, buntutnya ngambek trus kita yang akhirnya jadi bulan-bulanan klo pas dapet apes … apalagi atasan yang pas-pasan skill-nya … hehehehe

  2. satrio Says:

    ayo para atasan .. sadarlah bahwa tanpa bawahan, anda sekalian bukan seorang apa-apa dalam menjalankan roda bisnis …

  3. niknik Says:

    sedih mas … di kantorku atasannya orangnya kaku, ga pinter mimpin, mana ga bisa apa-apa lagi … suasana sering dibikin bete mas kalo ada dia di kantor. Tapi dikritik ? walah mak …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: