Gelar Vs Skill

Sekedar info bagi rekan-rekan yang masih didalam lingkungan pendidikan, baik sebagai instruktur, guru, dosen, paengajar, atau apalah sebutannya, “saat ini” dari berbagai sumber baik teman, pengalaman pribadi dan bermacam artikel, di dunia kerja khususnya di negara kita ini, yang namanya gelar masih menjadi barometer dalam penentuan reward / penghasilan dan juga dalam hal karier .. artinya seseorang yang mempunyai gelar yang tinggi dia akan berpotensi untuk mendapat reward / penghasilkan dan karier yang lebih baik dibandingkan dengan seseorang yang memiliki skill / keahlian tetapi jenjang pendidikannya belum/tidak mendapatkan “Gelar”. Tanpa diragukan lagi sebuah fenomena tidak dapat dipungkiri lagi karena hanya beberapa perusahaan yang bertokak belakang dari fenomena itu .. Jadi ada yang salahkan atau memang seperti itu adanya, apakah di negara-negara lainnya seperti itu ? .. itu sebuah pertanyaan .. khususnya bagi mereka-mereka yang berkecimpung dibidang teknik / ilmu pasti yang seperti di bidang telematika ini. Jadi bagi rekan-rekan yang masih duduk di bangku sekolah / kuliah .. ingat .. ” raih gelar selama kesempatan itu ada ” .. nah baru setelah itu .. barulah berbicara skill .. nanti skill yang akan menentukan “Siapa Anda Sebenarnya ..??” meski almamater nanti cukup dominan tapi kalo skill cukup bukan masalah lagi tapi kalo almamater besar skill kurang nanti yaa seperti kita menggendong jamu saja .. berat mikulnya, karena ini Indonesia loooh .. mudah-mudahan saja suatu saat akan berubah .. saya yakin itu .. “tapi kalo sudah terbukti banyak yang kacau / rusak” .. Alhasil nanti orang-orang ahli tugasnya “memperbaiki” .. jadi untuk menciptakan sesuatu yang baru .. butuh waktu yang cukup lama .. Intinya apa bila kita menetapkan untuk mencari nafkah dibidang IT ini, tetapkan dari sekarang atau mundur, karena dunia IT sangat cepat berubah .. bagi yang tidak mencari sesuatu yang baru .. wah bakalan ketinggalan kereta dan tergilas ..
Baik kita tinggalkan sejenak tulisan di atas … saya hanya mau sharing pengalaman sedikit … sedikti aja … saat itu saya pernah bekerja di sebuah perusahaan asing yang berkantor pusat di London … dengan hanya gelas S1 saya kantongin, dan itupun udah ilang ijasahnya, dan sebuah sertifikasi dari Adobe, saya diterima bekerja di perusahaan tersebut. Tidak sampai 3 bulan, saya sudah menduduki jabatan Job Captain (tingkatan Supervisor), dan setelah satu tahun saya menduduki jabatanpada tingkatan level Manager … yang pada awalnya membuat saya tidak PEDE adalah karena anak buah saya notabene memiliki gelar yang aduhai sekali, dan rata-rata sudah S2 … lambat laun oleh Big Boss, saya diberikan keyakinan penuh bahwa apalah arti sebuah gelar jika tidak ada skill sama sekali, saya akhirnya enjoy menjalani kehidupan dengan 14 anak buah yang semuanya sudah S2.
Yah itulah bedanya di perusahaan asing dengan perusahaan local. Berapa sih gaji pegawai tukang pos di sini dengan tukang pos di London ? … silakan cari tau sendiri, kenapa tukang pos di London bisa sampai mempunyai mobil VW Passat ? …
Marilah sedikti demi sedikit kita tinggalkan budaya “gelar” … Mari kita kejar budaya “skill”. Ingat : Skill tidak bisa dibeli, tetapi gelar bisa dibeli berapapun harganya !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: