Pendamping atau Pembimbing ?

Dalam diri anak sudah ada “mahaguru” sejak anak tersebut lahir. Tidak ada anak yang bodoh. Harus yakin. Tidak ada anak yang malas. Harus yakin. Kalau ada anak yang bodoh, itu karena pembimbing yang membuatnya. Kalau ada anak yang malas, itu juga karena pembimbing yang membuat anak menjadi malas. Dalam diri, hati, dan kodratnya, anak itu selalu ingin tahu, ingin pandai, ingin rajin. Anak itu sudah punya pembimbing dalam dirinya sendiri. Sebetulnya, yang menjadi pembimbing itu bukan kita tetapi adalah si anak sendiri. Kita – Instruktur – hanyalah sebagai pendamping.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: