Kritikus di Sekeliling kita

Melihat judul di atas sebetulnya kita bisa segera menebak maksudnya. Ya betul sekali, jika kita berada di posisi sebagai tukang kritik (baca:kritikus) itu akan mudah sekali terlontar kalimat “wah..ini kurang begini” atau “wah..kenapa pemilihan bentuknya seperti ini ya? Padahal ada yang lebih bagus lagi ..”
Hehehehe … kalo kita nonton sepakbola, dan jika semua komentatornya menjadi pelatih di semua klub-klub di Indonesia, saya yakin sekali bahwa sepakbola kita bisa menjadi nomor satu di dunia … hahaha .. tetapi memang begitulah tugas seorang komentator, yang terkadang bisa menebak jalan pikiran seorang Arsene Wenger (hebat !!). Nah sebetulnya disekeliling kita-pun bisa kita jumpai banyak sekali hal-hal seperti itu, contohnya adalah jika kita melihat sebuah desain brosur yang kita rasa itu kurang menarik atau spanduk yang kurang menarik. Pasti akan banyak sekali nasihat-nasihat atau komentar-komentar yang keluar yang kesemuanya notabene adalah menyudutkan si pembuat (baca:desainer). Saya berani bertaruh, jika yang mengeluarkan komentar-komentar itupun jika disuruh membuat belum tentu juga bisa, bahkan mungkin bisa lebih buruk lagi hasilnya (loh … kok aku jadi ikut-ikutan ya ? .. hehehe).
Berpikirlha secara bijaksana dan rasional, jika kita merasa diri kita seorang desainer atau apapun juga dan jika kita ingin mengeluarkan sebuah kritik, berikanlah kritik yang membangun, kritik yang membangun akan terasa lebih bermanfaat jika disertai dengan contoh yang langsung kita berikan. Deal ?
Saya punya sebuah cerita, saat itu saya bersama rekan saya yang saya tahu pekerjaan sehari-harinya berkutat dengan desain (menurut pengakuannya sih) melihat sebuah desain spanduk dan rekan saya mengeluarkan sebuah komentar miring tentang spanduk tersebut. Akhirnya saya tantang rekan saya tersebut untuk mendesain ulang dari spanduk tersebut. Setelah lewat 1 minggu selesailah desain spanduk tersebut, tetapi saya mengelus dada sendiri … jika kemaren rekan saya mengatakan bahwa spanduk yang kita lihat itu norak, saya pikir desain rekan saya tersebut lebih norak lagi (tetapi saya simpan saja dalam hati sambil ketawa). Yah, mungkin saja penguasaan akan software tertentu sebagai pendukung desainnya cukup mahir (saya bilang sih cukup mahir aja ya, belum sampai taraf menguasai) tetapi jika tidak dilandasi oleh pengetahuan tentang seni, desain, warna, atau pengetahuan apapun tentang desain, ya akan percuma saja …🙂
Yah itulah sedikit pengalaman dengan rekan saya … Bayangkan saja jika kita berdiri di sisi desainer … Bayangkan !? … seorang desainer yang berbekal pengetahuan seni pas-pasan saja, hanya bermodalkan skill computer … akan terasa berat sekali, bahkan untuk menemukan sebuah onsep bentuk saja pasti akan memakan waktu lama sekali. Jadi bagi semua saja yang suka sekali melakukan “kritik” terhadap hasil-hasil karya orang lain, berhati-hatilah, apalagi jika kita memiliki sebuah profesi yang sama. Berikanlah secara bijaksana kritik-kritik tersebut, jangan asal main cuap saja…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: